KILAS BALIK TEATER UI Desember 2004 Ide mengenai Teater UI mulai bergulir di lingkungan UI. Asep Sambodja dan Anwari Natari dipercaya untuk membentuk dan mengembangkan sebuah Teater yang nantinya akan membawa nama UI dalam kancah Teater di luar UI. Mereka kemudian mengajak Alfian Syahmadan Siagian untuk ikut serta. Februari 2005 Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Indonesia tertanggal 14 Februari 2005, yang ditandatangani Direktur Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni UI Arie Setiabudi Soesilo, Teater UI secara resmi mulai berdiri. Maret 2005 Proses perekrutan Anggota Generasi Pertama dimulai baik melalui pengumuman dan penyebaran formulir pendaftaran hingga melalui hubungan dari mulut ke mulut antara sesama teman. Proses Latihan Rutin dimulai April 2005 Pada 15-16 April 2005, Teater UI berpartisipasi dalam pementasan teater 24 jam di Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Pementasan tersebut dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pementasan teater terlama dan terbanyak pemainnya. Sutradara Teater UI: Alfian Syahmadan Siagian. Asisten Sutradara: Randhy Prasetia. Juli 2005 Pada 30 Juli 2005, Teater UI pentas di Malaysia dalam acara “Malam Puisi Nusantara 2005” menyambut ulang tahun University Kebangsaan Malaysia ke-35. Naskah yang dipentaskan adalah dramatisasi puisi “Tanah Airmata” karya Sutardji Calzoum Bachri. Sutradara: Anwari Natari. Pemain: Yordi Subekti, Asep Sambodja, Chusnul Chotimah, Heryani Sikumbang, Randhy Prasetia, Rendi Yusuf Satrya Sularto, Fira Julianda, Tika Arundina, dan Miranthy Miristha. Agustus 2005 Pendaftaran Anggota Generasi ke 2 dimulai dengan acara Presentasi Unit Kegiatan Mahasiswa di Balairung UI dalam jalinan acara Orientasi Kehidupan Kampus UI 2005. Selama acara tersebut, anggota Teater UI Generasi Pertama memainkan Pantomim dan Street Teater di sekitar Balairung UI. Teater UI tercatat sebagai UKM baru dengan Stand teramai, dengan 250 formulir tersebar, hingga kehabisan formulir dan proses pendaftaran didata langsung di dalam buku file. November 2005 Untuk pertama kalinya Teater UI mementaskan dramatisasi puisi “Tanah Airmata” di lingkungan kampus UI sendiri. Pada 17-19 November 2005 Teater UI menjadi penyelengara acara PEKAN PERSAHABATAN INDONESIA-MALAYSIA 2005. Selain Teater UI, turut memeriahkan acara tersebut adalah Teater Sastra (Sutradara: I. Yudhi Soenarto), Teater FE (Sutradara: Alfian Siagian), Teater Bejana (Sutradara: Daniel Hariman Jacob), Teater Paradoks (Sutradara: Ayu Nitya), Teater Kula (Sutradara: William Darmawan), Musikalisasi Puisi Sasina (Pimpinan: Rima Putri Nawangsari), dan Teater Rimba Malaysia (Sutradara: Yufazli Yusof). Acara Pekan Persahabatan Indonesia - Malaysia sendiri dapat dikatakan sukses besar. Februari 2006 Teater UI secara resmi melantik angkatan pendiri, angkatan pertama, dan angkatan kedua dalam latihan alam di Cisarua. April 2006 Teater UI pentaskan kembali "Tanah Airmata" dalam acara Musikhatulistiwa 21 April 2006 yang diadakan BEM UI. Mei 2006 25 Mei 2006, Teater UI pentaskan naskah karya Joko Nugroho "Bhinneka Tinggal Berapa" di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki dengan jumlah penonton kurang lebih 400 orang. Sambutan penonton cukup luar biasa. =================================================================== Contact Us : ukmteaterui@yahoo.co.uk Contact Person Farid : +62-888-818-8139 Randhy : +62-818-679-459 Rendy :+62-815-160-6159 Bimo :+62-856-777-2636 Jadwal Latihan Rutin : Rabu : 18.00 - 21.00 Sabtu : 13.00 - 18.00 Tempat : Teater Daun Sirih, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, Kampus Baru Depok. Pendaftaran : Langsung saja datang saat Latihan Rutin dan langsung ikut serta berlatih atau langsung meminta formulir.
| ||||||||||||||||||||||||||
Pementasan "Bhinneka Tinggal Berapa"Luar biasa kami berhasil menuntaskan pentas besar kali ini dengan sukses setelah bergalon keringat mengalir terjun bagai dispenser bocor, tenaga terkuras seperti kuda nil dipakai pacuan kuda, duit tumpah ruah pula sampai tabungan habis. Walau beribu... more
|
Naskah "Tanah Air Mata"“Indonesia tanah air beta……pusaka abadi nan jaya……”“Tanah air mata, tanah tumpah dukaku Tanah air, air mata kami Air mata, tanah air kami” “Disinilah kami berdiri, menyanyikan air mata kami” Naskah “Tanah Air Mata”, berasal dari puisi... more | |||||||||||||||||||||||||